|
|
Pemain Persebaya Surabaya (Antara) |
|
VIVAnews - Manajemen Persebaya Surabaya masih berharap duel kontra Sriwijaya FC, Rabu 10 Februari 2010, bisa dihadiri penonton. Jika tidak, Green Force terancam merugi hingga ratusan juta rupiah.
Upaya Persebaya untuk mendapat keringanan hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI melalui Peninjauan Kembali (PK) pupus sudah. Pasalnya, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid belum juga menggelar rapat bersama Komite Eksekutif (Exco) hingga Selasa 9 Februari 2010.
"Ketua Umum (Nurdin Halid) mengatakan belum menerima surat PK. Namun, kami masih berharap agar pertandingan besok bisa tetap dihadiri penonton," kata Manajer Persebaya, Cholid Goromah kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan Jakarta, Selasa 9 Februari 2010.
Menurut Cholid, Persebaya telah mencetak tiket untuk pertandingan kontra Sriwijaya. Karena itu, bila sampai laga digelar tanpa penonton, Green Force bakal mengalami kerugian antara Rp 600-700 juta.
"Besok lawannya kan Sriwijaya FC. Jadi jumlah penonton kemungkinan bakal meningkat. Sekarang tiket sudah dicetak, tinggal menghitung pajaknya saja," kata Cholid.
Komdis PSSI telah menjatuhkan sanksi berlapis kepada Persebaya terkait dengan Derby Jatim kontra Arema Indonesia, 16 Februari 2010. Pada pertandingan ini, penonton meluber hingga ke pinggir lapangan.
Tak hanya itu, suporter Persebaya juga terbukti melakukan pelemparan terhadap bus Arema. Akibat kejadian ini, Komdis PSSI dianggap tidak mampu memelihara keamanan dan kenyamanan pertandingan sehingga dijatuhi sanksi sekali laga tanpa penonton. Selain itu, Persebaya juga diwajibkan membayar denda Rp 5 juta kepada pihak Arema.
Tak puas dengan vonis Komdis PSSI, Persebaya lantas mengajukan PK kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Permohonan ini disampaikan oleh pengacara Persebaya, M Soleh dan Humas Surahman yang datang langsung ke Kantor PSSI, Senayan Jakarta, Senin 8 Februari 2010.
• VIVAnews