VIVAnews - Persiapan PSM Makassar menghadapi paruh kedua Kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 terganggu. Itu dipicu kebijakan PT Liga Indonesia yang tidak meloloskan Oscar Aravena, pemain yang baru direkrut Januari 2010.
Kabar tersebut tentu saja membuat PSM lagi-lagi meradang. Melalui juru bicaranya Nurmal Idrus, PSM mengaku kecewa dengan kebijakan BLI tersebut.
”Pemberitahuan secara resmi memang belum kami terima, namun berita itu sudah dirapatkan oleh pengurus,” kata Nurmal Idrus kepada VIVAnews, Minggu 7 Februari 2010.
Sejauh ini, Manajemen PSM Makassar belum tahu pasti alasan BLI menolak pemain asal Chile tersebut. Namun menurut Nurmal, penolakan BLI tersebut kemungkinan terkait dengan status Oscar yang dianggapnya tidak merumput dalam satu tahun terakhir.
”Itu tidak benar. Sebab berdasarkan CV Oscar, dia bermain penuh selama satu musim di klubnya di Chile,” tegas Nurmal lagi.
Makanya, Manajemen PSM Makassar meminta kepada BLI untuk meneliti kembali status Oscar Aravena. Bagi PSM, penolakan Oscar akan sangat merugikan, sebab tim bergelar Juku Eja tersebut tengah berjuang untuk lepas dari zona degradasi.
Dikatakannya, perombakan besar-besaran termasuk merekrut Oscar Aravena merupakan upaya maksimal yang dilakukan oleh PSM. Jika persoalan itu muncul, maka Syamsul Chaerudin cs terancam hanya akan diperkuat oleh empat pemain asing.
”Padahal Oscar sudah mulai beradaptasi dengan tim, termasuk dengan Osvaldo Moreno,” pungkasnya.
PSM berharap BLI dan PSSI tidak setengah-setengah dalam menyikapi persoalan Oscar, pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat PSM Makassar. Minimal, kata Nurmal, BLI menyampaikan surat resmi terhadap Manajemen PSM agar segera bisa melakukan tindakan yang tidak merugikan.
Oscar Aravena direkrut di Malang, Jawa Timur, Selasa 26 Januari 2010 lalu. Oscar direkrut bersamaan dengan empat pemain lainnya yakni Joo Ki Hwan (Korsel/stopper), Shin Hyun-joon (Korsel/gelandang), Luis Alejandro Pena (Chile/gelandang) serta Osvaldo Moreno (Paraguay/striker).
Perombakan besar-besaran dilakukan oleh PSM guna memperbaiki performanya setelah terlempar ke jurang degradasi pada putaran pertama kompetisi ISL. Tim kebanggaan rakyat Sulawesi Selatan itu saat ini berada di posisi
16 dengan 17 poin dari 17 kali bertanding. PSM hanya berada di atas Persitara Jakarta Utara dan Pelita Jaya.
Laporan: Rahmat Zeena/Makassar