VIVAnews - Keputusan Komdis PSSI dinilai telah merugikan Persebaya. Bahkan, Asisten Manajer Bajul Ijo, Cholid Goromah menuding PSSI sedang berupaya menggembosi timnya dengan sederet hukuman yang baru dijatuhkan.
"Ini jelas membuat kami terpuruk. PSSI menggembosi kami," kata Cholid kepada wartawan GOSport, Artha Tidar, Kamis, 28 Januari 2010.
Persebaya baru saja menerima sanksi berlapis akibat ulah bonek-sebutan buat suporter setianya. Melubernya bonek saat derby kontra Arema Indonesia, 16 Januari 2010, Persebaya dihukum menggelar satu pertandingan tanpa penonton yang efektif berlaku pada putaran kedua Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 nanti.
Tak hanya itu, panpel Persebaya juga didenda Rp30 juta plus ganti rugi kepada pihak Arema atas pelemparan bus yang terjadi saat itu.
"Selama 2x45 menit pertandingan, tidak terjadi kerusuhan di dalam stadion. Harusnya PSSI melihat bahwa partai ini adalah partai yang berat bagi Persebaya dan panpel Persebaya. Ini tidak adil,” tegas Chalid.
Bonek sendiri akhirnya dilarang mendampingi Persebaya saat away hingga 2014 mendatang. Hukuman ini diberikan karena mereka nekat mendampingi Persebaya saat bertandang ke markas Persib, 24 Januari 2010.
Akibat aksi ini, Persebaya kembali kena getahnya. Bajul Ijo diwajibkan membayar denda sebesar Rp250 juta kepada PSSI dan ganti rugi Rp50 juta kepada panpel Persib Bandung.
Laporan Artha Tidar/GOSport
31/01/2010
29/01/2010