VIVAnews - Berada di papan atas. Itulah target yang dibidik Persebaya Surabaya di awal kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.
Tapi fakta berkata lain, Bajul Ijo hanya mampu meraih urutan ke-12 dengan nilai 22. Tak hanya raihan peringkat yang meleset, pertahanan juara Liga Indonesia 1996 dan 2004 ini tergolong buruk karena kemasukan 28 gol dari 17 pertandingan.
“Target kami memang berada di papan atas. Tetapi, pada pelaksanaan di lapangan berbeda karena berbagai faktor. Saya tak mau mencari kambing hitam atas gagalnya pencapaian target tersebut. Yang pasti, tugas saya akan semakin berat ke depan,” aku Danurwindo, pembesut Persebaya Surabaya pada GOSport.
Dalam sembilan pertandingan kandang, Taufik dan kawan-kawan kehilangan 10 poin. Namun pada laga tandang, Persebaya meraih nilai 5. Jadi, jika dikalkulasi Persebaya mengalami defisit lima poin.
“Meski berada di urutan ke-12, saya pikir tidak terlalu jelek. Karena perolehan nilai dengan tim di atasnya tidak terlalu jauh. Jadi, peluang kami untuk menembus papan atas di putaran 2 masih terbuka lebar,” aku Danur.
Diakui, untuk menembus papan atas dibutuhkan kerja eksra keras dari semua lapisan, baik itu dari segi teknis maupun non teknis. Dari segi produktivitas, kata Danur, pihaknya tinggal menjaga konsistensi.
Evaluasi
Danur sendiri berjanji akan segera melakukan evaluasi. Namun, mantan arsitek tim nasional ini belum mau buka kartu.
“Yang pasti akan ada perubahan pemain, khususnya legiun asing. Besok, sudah ada pemain asing yang ikut seleksi. Tetapi, siapa namanya? Saya belum mau bicara,” ungkapnya.
Yang pasti, kata Danur, Persebaya ingin lebih baik dari raihan putaran pertama. Agar bisa lebih baik, hanya dengan melakukan perbaikan.
Rumornya, Danur akan mencoret bek Takatoshi Uchida. Dicoretnya pemain asal Jepang tersebut lantaran perannya sebagai pemain bertahan kurang maksimal.
Selain Taka, gelandang Josh Maguire dan striker Ngon A Djam juga tak luput dari ancaman pencoretan. Josh, legiun asing asal Australia sering tidak bermain karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Ngon masih dalam pemulihan cedera. Akibatnya, manajemen tim dirugikan.
Danur juga tengah mencari gelandang enerjik yang kelak melapis Taufik. “Sampai sekarang, saya belum punya pemain sekelas Taufik untuk lini tengah. Untuk itu, tolong saya diberi informasi jika ada pemain bagus,” pinta Danur.
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport