VIVAnews - Persitara akan menjamu Persipura, Kamis, 28 Januari 2010. Lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 ini akan digelar tanpa penonton di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.
Posisi Persitara di klasemen sementara sampai saat ini belum juga beranjak dari papan bawah. Laskar Si Pitung masih terpuruk di urutan ke-17 dengan koleksi 12 poin dari 15 laga.
Untuk lepas dari kondisi sulit ini, Persitara harus mampu mendulang poin dalam setiap pertandingannya. Namun misi ini bakal terasa sulit ketika Si Pitung menjamu jawara ISL 2008/2009, Persipura.
Selain akan berhadapan dengan tim dengan materi pemain yang jauh di atas, Persitara juga terbentur dengan jadwal pertandingan yang tidak ideal.
"Jadwal yang harus kami jalani tidak biasa. Kami baru main Senin lalu dan sudah harus main lagi Rabu," kata Manajer Persitara, Harry 'Gendhar' Ruswanto kepada wartawan.
"Ini merupakan keuntungan bagi Persipura," tambah Gendhar.
Persitara sejatinya berhadapan dengan Persipura, Kamis, 28 Januari 2010. Namun jadwal ini terpaksa dimajukan sehari mengingat pada hari yang sama Jakarta bakal diramaikan demo besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tak hanya itu, pihak kepolisian meminta agar duel ini digelar tanpa penonton. Perubahan jadwal ini membuat Persitara praktis hanya memiliki waktu persiapan selama dua hari usai ditahan imbang Persiwa 1-1, Senin, 25 Januari 2010.
Derita Persitara semakin bertambah setelah beberapa pemainnya kemungkinan besar bakal absen. Ledi Utomo harus absen karena akumulasi kartu. Sedangkan Tantan, Irawan, Camelio, dan Firdaus masih diragukan kondisi kesehatannya.
"Show must go on. Kami akan tetap membuktikan kalau kami bukan tim yang mudah dikalahkan. Motivasi tim untuk keluar dari zona degradasi sangat besar," ujar Gendhar.