VIVAnews - Kerusuhan yang melibatkan suporter Persebaya Surabaya alias bonek baru-baru ini telah membuat pusing Ketua PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusala. Andi juga akan mendukung langkah PSSI mengusut kasus ini.
Menurut Andi, berbagai upaya telah dilakukan oleh PT Liga untuk meredam aksi anarkis suporter klub. Tak hanya itu, klub juga telah diminta untuk membina suporternya. Namun sayang, kekerasan yang melibatkan suporter masih saja terjadi.
"Saya bingung kenapa suporter masih rusuh. Padahal, sudah banyak upaya yang telah kita lakukan termasuk mengumpulkan mereka dalam sebuah acara," kata Andi kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan Jakarta.
Menurut Andi, kerusuhan yang dilakukan bonek dapat merusak citra sepakbola terutama Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 yang mulai membaik. Karena itu, Andi mendukung langkah PSSI untuk segera mengusut para pelaku kerusuhan.
"Kami mendukung langkah PSSI untuk menuntaskan kasus ini. Kerusuhan seperti ini bisa mencoreng citra kompetisi sepakbola nasional yang mulai membaik," katanya.
Bonek kembali berulah saat mendampingi timnya tandang ke kandang Persib Bandung. Dalam perjalanan mulai dari berangkat dan pulang dari Kota Kembang, Bonek terlibat aksi lempar batu dengan warga Kota Solo.
Selain itu, Bonek juga melakukan penjarahan di beberapa stasiun yang dilaluinya. Aksi ini tak hanya menyebabkan kerugian materi, beberapa orang juga menjadi korban kekerasan bonek, termasuk wartawan.
Bonek sendiri sebenarnya telah dilarang untuk mendampingi timnya saat away selama dua tahun sejak 21 Januari 2010 lalu. Hukuman ini dijatuhkan Komdis PSSI karena salah seorang bonek nekat masuk ke lapangan saat Persebaya bertandang ke markas Pelita Jaya, Stadion Singaperbangsa, 10 Januari 2010 lalu.
Keberangkatan Bonek ke Bandung bertujuan untuk mendukung Persebaya yang berhadapan dengan Persib, 24 Januari 2010. Duel ini akhirnya berakhir dengan kekalahan Persebaya 2-4.
Meski telah meresahkan masyarakat, Andi menolak bila kesalahan yang dilakukan bonek dilimpahkan sepenuhnya kepada Persebaya. Dia dengan tegas menolak untuk menghilangkan Persebaya dari kancah Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.
"Klub naik ke Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 itu urusan lain lagi, tidak ada hubungannya dengan aksi suporternya," tegasnya.
27/01/2010
26/01/2010
26/01/2010
26/01/2010
26/01/2010