VIVAnews - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) harus bersabar. Pasalnya pemerintah belum memberikan dukungan resmi terhadap rencana pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022.
PSSI melakukan rapat koordinasi dengan Menkokesra Agung Laksono dan Menegpora Andi Mallarangeng di kantor Menkokesra, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa, 29 Desember 2009. Dalam pertemuan ini PSSI memaparkan kelanjutan bidding tuan rumah PD 2022.
Menurut Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, pemerintah masih belum menentukan sikap. "Jadi pemerintah itu tadi baru mendengarkan, belum memutuskan. Kita akan minta waktu sebulan hingga akhir Januari," ujar Nurdin usai pertemuan.
PSSI telah resmi mencalonkan Indonesia untuk maju dalam bidding tuan rumah PD 2022. Proses bidding sendiri akan dilakukan pada Desember 2010. Namun rencana ini bakal terhenti bila PSSI tak mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Nurdin bahkan memberikan batas wasktu sebulan kepada pemerintah untuk menentukan sikap dalam bentuk penandatanganan government guarantee. Langkah ini akan dikoordinasikan kepada FIFA karena sebelumnya batas waktu hanya diberikan hingga 10 Januari 2009.
"Tadi PSSI sudah memaparkan hasil pencapaiannya apa saja. Sekarang terserah pemerintah, jika pemerintah mengeluarkan guarantee (jaminan), kita akan jalan terus. Tapi kalau tidak, kita akan berhenti sampai di sini," ujar Nurdin.
Jaminan dari pemerintah menurut Nurdin merupakan sesuatu hal yang penting bagi kelancaran bidding. Surat sakti ini nantinya akan memudahkan PSSI melakukan koordinasi dengan sejumlah departemen pemerintah lainnya.
"Misalnya dengan departemen hukum terkait masalah imigrasi dan visa para pemain nantinya, telekomunikasi apakah sudah memenuhi syarat dan masih banyak lagi. Itu semua merupakan persyaratan yang telah ditetapkan FIFA" ujar Nurdin.
Sementara itu, Menkokesra, Agung Laksono sangat menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh PSSI. Agung juga berjanji akan menyerahkan hasil rakor tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami akan sampaikan kepada presiden hasil pertemuan ini" ujar Agung.
Dalam proses bidding 2022, Indonesia akan bersaing dengan tujuh calon tunggal lainnya, yakni Qatar, Inggris, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Korea, dan Rusia. Sedangkan dua lainnya adalah tuan rumah bersama, yakni Spanyol-Portugal, Meksiko dan Belgia-Belanda. Terakhir, Los Angeles juga berniat untuk ikut maju dalam proses bidding.