VIVAnews - Pemanggilan bek Persebaya Surabaya, Djayusman Triasdi ke tim nasional (timnas) Indonesia sempat jadi kontroversi. Tapi, kini Persebaya pilih mengalah.
Persebaya akhirnya mengizinkan Djayusman bergabung dengan Tim Merah Putih. Timnas sedang melakukan persiapan menghadapi Oman pada lanjutan kualifikasi Piala Asia yang akan digelar di Jakarta, Rabu 6 Januari 2010.
“Iya mas, saya sudah dapat izin untuk bergabung di timnas, saya tadi telepon Pak Cholid (Goromah, Asisten Manajer Persebaya). Dia akhirnya memberi izin saya berangkat,” kata Djayusman seperti dilansir dari situs Liga Indonesia.
Sebelumnya, Persebaya menolak untuk melepas Djayusman. Karena tenaga mantan pemain PSM Makassar ini sangat dibutuhkan. Apalagi, Djayusman baru saja kembali dari timnas U-23 yang gagal meraih medali di SEA Games XXV 2009 Laos.
Persebaya belum bisa memaksimalkan tenaga Djayusman. Dari 10 kali laga yang telah dijalani Green Force, pemain 22 tahun ini baru dua kali masuk line up dan sekali bermain lawan Persik Kediri.
Padahal, Persebaya telah mengeluarkan Rp 350 juta untuk mentransfernya dari PSM. Dan Green Force mengaku punya kelemahan di lini belakang.
Lega
Djayusman mengaku lega dengan keputusan ini. Awalnya, dirinya sempat bimbang untuk memilih Timnas atau Persebaya.
“Lega akhirnya dapat izin, soalnya saya sangat ingin gabung di timnas senior. Kapan lagi saya bisa dipanggil. Lagian kalau tidak mau berangkat nanti kena skorsing,” lanjutnya.
Persebaya tentu sangat kehilangan Djayusman. Sebab, pemain 22 tahun itu tidak akan bermain dalam dua laga Bajul Ijo, yakni kontra Persijap Jepara, Rabu 30 Desember 2009, dan Persela Lamongan, 3 Januari 2010.
Kerugian semakin parah karena saat lawan Persijap, tim asuhan Danurwindo ini akan kehilangan bek asal Jepang, Takatoshi Uchida.
Tak heran jika sebelumnya Manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar sempat menolak untuk memberikan izin kepada pemainnya bergabung ke Timnas. Sebab menurut Saleh, hal itu sangat merugikan timnya.