VIVAnews - Misi berat tim nasional Indonesia untuk bisa menepis rasa pesimis di Pra Piala Asia 2011 dimulai hari ini. 22 pemain dari berbagai klub memulai pemusatan latihan nasional Minggu, 27 Desember 2009, untuk mempersiapkan diri menghadapi partai melawan Oman.
Di Grup B, Indonesia ada di posisi juru kunci. Sudah empat kali main, kesebelasan kebanggaan mayoritas dari 220 juta penduduk Indonesia itu cuma punya tiga poin.
Jika mau lolos ke putaran final Piala Asia, Budi Sudarsono dan kawan-kawan harus bisa menang melawan Oman pada 6 Januari 2009 dan partai berikutnya melawan tuan rumah Australia pada 3 Maret.
Berbicara soal Oman, peluang untuk menang di Senayan kurang dari dua minggu lagi mungkin bisa diusahakan. Di pertemuan sebelumnya di Sultan Qaboos Stadium, Indonesia bisa main seri 0-0. Jadi, setidaknya di atas kertas, Indonesia dengan dukungan puluhan ribu penonton bisa mengamankan tiga poin 6 Januari nanti.
Namun untuk menang di kandang Australia bisa jadi merupakan tugas maha berat. Walau main tanpa tim kualifikasi Piala Dunia mereka, Australia adalah tim yang punya mental serta teknik yang sudah matang.
Jika menang pun, Indonesia masih harus menunggu hasil partai lain. Artinya, nasib Merah Putih tak hanya ditentukan oleh kerja keras timnas kita sendiri.
Soal hal ini, Benny Dolo kepada wartawan masih bicara kalau peluang lolos tetap terbuka. Ia pun akan membekali pengetahuannya soal Oman dengan terbang ke Singapura. Oman akan main dalam partai persahabatan melawan Singapura hari Senin, 28/1.
Sepulangnya dari Singapura, Benny berharap punya strategi jitu yang bisa menjadi senjata bagi para pemainnya untuk meraih kemenangan pertama mereka di Pra Piala Asia.
Sayang, Benny sudah mendapat problem ekstra. Djayusman Triasdi dan Rahmat Latif tidak dilepas oleh klubnya. Sisa 20 pemain yang ada harus bisa diramu untuk bisa tampil sebagai kekuatan yang mampu untuk menaklukkan Oman.
Benny sudah menyatakan akan memakai pakem 3-5-2 yang bisa juga bergeser ke format 4-4-2. Apapun polanya, Oman yang ada di peringkat ketiga sama sekali bukan tim yang boleh dipandang sebelah mata. Mereka bisa menang saat bertandang ke Kuwait. Sesuatu yang gagal dilakukan Indonesia.
Skuad Timnas Indonesia
Penjaga gawang : Markus Harison, Ferry Rotinsulu, Achmad Kurniawan
Belakang : Christian Worabay, M Nasuha, Charis Yulianto, Nova Arianto, Djayusman Triasdi, Rahmat Latif, Isnan Ali, M Ridwan
Tengah : Ponaryo Astaman, Hariono, Firman Utina, Eka Ramdani, Syamsul Cherudin, Muhammad Ilham
Depan : Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, TA Mushafry