VIVAnews - Estudiantes dengan susah payah akhirnya bisa mengalahkan Pohang Steelers pada semi final Piala Dunia Antarklub yang digelar di Abu Dhabi, UEA, Selasa, 15 Desember 2009. Menghadapi Pohang yang main dengan delapan pemain saja sejak menit ke-77, Estudiantes cuma bisa menang tipis 2-1.
Estudiantes asal Argentina memulai pertandingan dengan ritme positif. Di menit awal, tendangan salto Mauro Boselli nyaris menjebol jala lawannya asal Korea Selatan. Sayang bola masih membentur tiang gawang.
Gol pertama bagi Estudiantes baru hadir di saat-saat akhir babak pertama. Tendangan bebas Leandro Benitez menjebol gawang Hwa Yong Shin. Sekilas rekan Benitez, Boselli, terlihat menyundul bola namun tak ada kontak yang terjadi.
Pada menit ke-53, tim asuhan Alejandro Sabella berhasil menggandakan keunggulan. Benitez kembali mencetak gol dengan memanfaatkan umpan Enzo Perez.
Dua menit kemudian Pohang kehilangan satu pemain. Jae Won Hwang menerima kartu kuning kedua yang mengharuskannya keluar lapangan.
Namun dengan sepuluh orang Pohang masih bisa memperkecil ketinggalan. Denilson lolos dari perangkap offside dan dengan tendangan setengah voli memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.
Di saat Pohang mulai terus menekan lawan, mereka justru kehilangan satu pemain lagi ketika Kim Jae Yong diusir keluar setelah mengoleksi kartu kuning kedua di menit 71 karena melakukan pelanggaran pada Juan Veron.
Enam menit kemudian giliran kiper Hwa-Yong Shin diusir wasit Roberto Rosetti karena menahan bola dengan tangan di luar kotak penalti. Menariknya, Denilson sang pencetak gol ganti posisi menjadi kiper karena timnya tak bisa lagi melakukan pergantian pemain.
Menghadapi delapan orang, Estudiantes gagal mencetak gol tambahan. Sebuah tanda tanya besar apakah tim yang sama bisa berbicara banyak di partai final menghadapi pemenang partai Barcelona melawan Atlante (Meksiko).