VIVAnews - Persema berhasil mengamankan kandangnya dari serbuan Persipura Jayapura, Sabtu, 5 Desember 2009. Pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 ini, Persema berhasil mengalahkan Mutiara Hitam 2-1.
Bertanding di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu, 5 Desember 2009, kedua tim memilih untuk bermain terbuka. Namun hujan yang turun di awal babak pertama membuat permainan kedua tim sedikit terganggu.
Persema sudah membuka kesempatan mencetak gol pada menit ke-5. Namun tandukan Brima Pepito Sanusie memanfaatkan umpan Bima Sakti masih melebar di sisi kiri gawang Jandri Pitoy.
Dua menit kemudian, giliran striker Persipura, Alberto Beto Goncalves yang mendapat peluang emas. Pemain Brasil itu sudah berhadapan dengan kiper Malang, I Komang Putra usai mendapat umpan terobosan.
Namun tendangan Beto masih mampu ditepis Komang. Sedangkan bola rebound yang kembali direbut oleh Beto justru bergulir terlalu lemah dan jatuh ke kaki pemain belakang Persema.
Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, Persipura tampil tanpa kehadiran bek tangguh Bio Paulin. Laskar Ken Arok pun memanfaatkan kondisi ini dalam membombardir pertahanan Persipura.
Pada menit ke-19, pemain Persema Siswanto berhasil memanfaatkan celah di barisan pertahanan Persipura. Setelah berhasil melewati satu pemain Persipura, Siswanto yang tanpa pengawalan berhasil melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Kiper Persipura, Jandri Pitoy yang tidak siap hanya mampu melihat bola bergulir merobek jalanya. Skor 1-0 untuk Persema.
Keunggulan ini tak membuat Persema mengendurkan serangannya. Sebaliknya, pasukan Subangkit justru lebih percaya diri dalam melepaskan tembaka-tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Hasilnya, Bima Sakti berhasil menambah gol tuan rumah lewat tendangan kerasnya pada menit ke-30. Kali ini Jandri masih bisa melihat arah bola. Namun dia tidak mampu menjangkaunya. Skor 2-0 untuk Persema.
Persipura mencoba bangkit. Lewat kerjasama apik Yustinu Pae dan Alberto Beto Goncalves, Mutiara Hitam berhasil memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Umpan Tinus Pae pada menit ke-35 berhasil disempurnakan oleh Beto meski dihadang oleh tiga pemain belakang Persema.
Babak Kedua
Di babak kedua, Persema kembali mengandalkan tendangan-tendangan luar kotak penalti. Pada menit ke-48, kapten tim Robert Gaspar nyaris menjebol gawang Persipura lewat sebuah eksekusi tendangan bebas. Sayang bola masih membentur tiang gawang.
Pada menit ke-61, Persema melalui M Kamri kembali mengancam gawang Persipura. Lewat umpan sepak pojok, Kamri yang berdiri bebas mampu melepaskan tandukan keras ke gawang Mutiara Hitam. Namun Jandri sukses menepisnya.
Mendapat tekanan bertubi-tubi, Persipura mencoba memaksimalkan serangan balik. Namun absennya striker Boaz Solossa membuat lini depan Persipura kesulitan dalam melakukan penetrasi ke kotak penalti Persema.
Meski demikian Beto masih sempat mengancam gawang Persipura pada menit ke-67. Dibayang-banyangi oleh Semme Pierre Patrick, Beto masih mampu melepas tembakan ke arah gawang Laskar Ken Arok. Namun kiper I Komang Putra dengan sigap menangkapnya.
Pertandingan babak kedua Persema dan Persipura sempat diwarnai keributan antar pemain di menit ke-77. Kejadian bermula saat Janri Pitoy yang merasa diganggu saat menangkap bola menendang M Kamari.
Ketegangan antar kedua pemain kembali berlanjut saat Ortizan ikut menyerang Kamri. Keduanya lantas terlibat baku pukul. Wasit Armando akhirnya mengganjar keduanya dengan kartu kuning.
Persipura mencoba mengejar ketertinggalan di sisa babak kedua. Namun, hingga pluit panjang dibunyikan skor 2-1 untuk Persema tidak juga berubah.