VIVAnews - Kesuksesan bersama Chelsea di awal musim 2009-2010 mendatangkan angin segar buat posisi Carlo Ancelotti sebagai manajer. Carletto -sapaannya- tak keberatan bila bertahan lebih lama lagi di Stamford Bridge.
Keyakinan itu ia peroleh dengan beberapa dasar fakta. Mulai dari pelatih terlama yang pernah menangani AC Milan -mantan klubnya- dan dukungan dari anak-anak asuhnya di The Blues.
"Tujuanku saat ini adalah mempertahankan posisiku selama mungkin. Saya ingin bertahan di sini dalam waktu yang lama," kata Carletto seperti dilansir The Daily Star, Sabtu 28 November 2009.
Saya rasa saat ini klub sangat puas dengan pekerjaanku. Apakah saya bisa bertahan selama 10 tahun? Kenapa bukan 20 tahun? Saya pelatih yang masih muda," tambah pria 50 tahun itu.
Ucapan Carletto memang ada benarnya. Sebab sampai saat ini Chelsea sukses memuncaki klasemen sementara EPL dengan 33 poin. Selisih lima poin dengan juara musim lalu, Manchester United, yang duduk di posisi dua.
Namun, jarak poin terancam terpotong saat MU bertandang ke Porstmouth. Pasalnya di atas kertas, Setan Merah unggul jauh di atas tuan rumah. Sebaliknya, Chelsea harus meladeni sesama klub asal London, Arsenal, di Emirates Stadion.
Dalam 82 kali pertemuan keduanya di kandang The Gunners, The Blues bisa mencuri 20 kemenangan dan 21 kali sama kuat. Namun sisanya selalu dimenangi tim tuan rumah.
Untuk laga kali ini manajer Arsenal, Arsene Wenger, meminta agar pemain-pemain mudanya kembali bisa mengamankan tiga poin. Meski memiliki usia lebih muda dibanding pemain Chelsea, Wenger yakin The Young Guns memiliki kualitas di atas usianya.
"Ada waktunya bagi sebuah tim menunjukkan kekuatannya. Dan buat kami, inilah saat itu. Kami punya kekuatan dan akan menunjukkannya di hari Minggu (29 November 2009) nanti kalau kami sudah dewasa," ujar Wenger.