VIVAnews - Pesepakbola zaman sekarang sudah mengalami banyak perubahan dalam hal manajemen. Bila beberapa waktu lalu mereka mengurus segala sesuatunya sendiri, kini semua hal itu sudah dilakukan oleh seorang manajer.
Namun, manajer kini malah melampaui perannya. Sebab, bukan hanya mengurus negosiasi dengan pihak klub, tapi juga membuka akun rekening di bank, mengatur pengeluaran sang pemain, serta melakukan apa pun demi kepuasan sang klien.
Hal ini mendapat kritik dari defender Manchester United, Gary Neville. Dalam pendapat yang ditulis Neville dalam sebuah kolom di Sunday Times of Malta, Minggu 22 November 2009, hal ini akan membuat pemain jadi manja.
"Benci rasanya melihat pemain beragen yang melakukan semuanya demi mereka," kata Neville.
"Memang tidak semua pemain seperti itu, tapi sekarang sebagian dari mereka benar-benar sangat tergantung dari agen mereka," jelas sang veteran lagi.
Pendapat Neville ini untuk mengamini apa yang sudah dikatakan Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Akhir pekan lalu dalam acara gala dinner, Fergie mengkritik peran manajer yang membuat pemain bak di dalam kepompong dan ringkih.
"Ada agen yang datang ke kehidupan seorang pemain ketika usianya baru 20 tahun, meninggalkannya di usia 34 dan tidak ingin kenal pemain itu lagi," beber Neville.
Untuk mencegah penipuan, tak salah bila kemudian pesepakbola saat ini lebih sering menjadikan anggota keluarga sebagai agennya. Sebagai contoh Lionel Messi dengan sang ayah, Jorge.
Hubungan darah keduanya membuat negosiasi dengan klub tidak dibuat sang agen dengan pertimbangan materi semata. Tapi, juga atas dasar kenyamanan sang anak bermain di Barcelona.