VIVAnews - Tim nasional (timnas) Indonesia ke Pra Piala Asia (PPA) 2011 mengaku sudah mengetahui karakter permainan Kuwait. Namun, bukan berarti Charis Yulianto cs tanpa problem.
Asisten Manajer Timnas, Chandra Solehan menyatakan, persiapan timnas terganggu lantaran perubahan regulasi bola yang bakal dipakai untuk pertandingan Sabtu 14 November 2009 itu.
“Laga lawan Kuwait akan memakai bola Adidas. Padahal, timnas selama ini terbiasa dengan Nike. Hal ini, tentu memengaruhi permainan, dan itu terlihat pada uji coba. Timnas butuh adaptasi, tapi sayangnya kami belum menerima contoh bola,” bilang Chandra.
Hingga Rabu 11 November 2009, timnas tak kunjung mendapatkan contoh bola. Padahal, para pemain harus secepatnya beradaptasi dengan bola baru tersebut.
“Kami sebenarnya sudah meminta contoh bola kepada panitia, tapi tidak juga ditanggapi. Perubahan ini pasti berpengaruh terhadap berat dan timbangan bola. Ini juga termasuk treatment (perlakuan) yang akan dilakukan pemain pasti berbeda. Apalagi, ini menyangkut faktor kebiasaan mereka,” terangnya.
Candra menambahkan, bola yang akan digunakan dinilai lebih berat. Padahal, Charis cs selama ini terbiasa dengan bola yang lebih ringan.
“Pemain sebelumnya terbiasa dengan sedikit sentuhan, bola sudah langsung mengalir. Tapi sekarang, terpaksa butuh sedikit tekanan. Takutnya ini ikut memengaruhi arah laju bola. Kalau timnas sudah bisa menerima contoh bola tersebut, beberapa hari ke depan dijamin pemain sudah terbiasa. Mereka juga butuh adaptasi,” lanjutnya.
Boaz Pulih
Timnas sedikit bernapas lega dengan berangsur pulihnya cedera striker Boaz Solossa. Chandra menggaransi bila striker kelahiran Sorong ini sudah melewati terapi secara intensif, sejak beberapa hari terakhir.
“Masalah pemain sudah tak ada problem. Boaz mulai pulih dan pada Kamis malam sudah ikut melakukan latihan kembali. Tapi, menu latihannya belum full. Hasil pemeriksaan medis terhadap Boaz di beberapa hari terakhir ini
sangat positif. Kamis malam dia harus kembali diterapi, selain tetap mendapat perawatan masseur (pijat). Kami yakin, kondisinya akan pulih dalam 1-2 hari ke depan,” katanya.
Sementara itu, Timnas U-23 meminta maaf atas insiden perkelahian pada uji coba kontra Malaysia U-23 di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, Senin 9 November 2009. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes menjelaskan bahwa Merah Putih muda butuh pembenahan mental.
“Kami sudah meminta maaf lewat sekjen Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM). Mereka juga berlaku sama. Kami sepakat, agar perilaku buruk itu tidak terjadi di event sebenarnya. Mental pemain harus dibenahi karena emosi tinggi. Kami menunggu laporan wasit sebelum memutuskan untuk menindak pelakunya,” tegas Nugraha.
Laporan: Artha Tidar/GOSport
• VIVAbola