VIVAnews - Kontroversi pemain Liverpool David N'Gog yang menjatuhkan diri di kotak penalti Birmingham masih berlanjut. Kali ini Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menyatakan siap mengubah hukum yang dirancang agar bisa menjerat pemain yang melakukan diving seperti N'Gog.
Seperti dilansir The Daily Mail, Rabu 11 November 2009, FA mengambil langkah itu karena kerusakan yang timbul akibat diving. Birmingham sudah jelas dirugikan karena kehilangan poin penting. Sebab diving N'Gog membuat skor imbang 2-2 dengan Liverpool di lanjutan Premier League, Senin 9 November lalu.
"Peraturan bisa dirubah untuk membersihkan sepakbola dan ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan. Pihak yang terlibat harus dihukum berat. Semua orang melihat, tahu kalau itu adalah dive (menjatuhkan diri). Sangat jelas terlihat," kata defender Birmingham, Scott Dann.
Aksi teatrikal N'Gog terjadi di menit 70 pada pertandingan yang berlangsung Anfield itu. Dalam tayangan ulang terlihat kalau pemain Prancis itu berpura-pura jatuh saat mendapat sliding dari Lee Carsley.
Namun wasit Peter Walton keburu termakan dengan penipuan itu dan menunjuk titik putih. Steven Gerrard sebagai eksekutor melakukan tugasnya dengan baik untuk mengamankan satu poin ke kantong The Reds.
Selepas penalti pemain Birmingham berang dan langsung menyerang N'Gog serta Walton.
"Saya akan bicara langsung dengan Peter (Walton) soal bagaimana mengatasi masalah ini agar bisa mengurangi kesalahannya," ujar ketua Wasit Keith Hackett.
Hingga saat ini, FA menyatakan tengah menyelidiki kasus itu. Bila terbukti bersalah maka, N'Gog harus bersiap menerima hukuman seperti pemain Arsenal Eduardo.
Di kualifikasi Liga Champions beberapa waktu lalu Eduardo terbukti diving di kotak penalti Glasgow Celtic. Atas perbuatannya, Eduardo tak boleh tampil di dua pertandingan oleh UEFA.
• VIVAbola