VIVAnews - Persitara akan menghadapi Persebaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Rabu 11 November 2009 di Stadion Soemantri Brodjonegoro. Untuk laga kali ini Persitara berbenah karena tidak pernah menang di tiga pertandingan sebelumnya.
Sektor yang paling disorot adalah masalah komunikasi antar pemain. Manajer Persitara Harry Ruswanto tak mau lagi ada ketidakharmonisan antarpemain di atas lapangan.
"Kami sangat terpukul dengan kekalahan terakhir (lawan Persema kalah 1-2). Pemain harus memperbaiki konsentrasi dan komunikasi," kata manajer Persitara Hary Ruswanto dalam jumpa pers di Stadion Sumantri Brojonegoro, Selasa 10 November 2009.
Persitara mengakui sudah punya kunci kelemahan Persebaya. Yaitu di lini tengah. Dengan menguasai lini tersebut, pasukan utara Jakarta itu yakin bisa mengatasi tim Bajul Ijo.
"Saya harap anak-anak bisa konsisten dengan tradisi. Di mana kami memang sudah terbiasa terseok di awal musim, tapi biasanya bisa teratasi," tambah Hary.
Persebaya punya 'mata-mata'
Di sisi lain, Persebaya untuk laga kali ini punya kartu As dalam wujud John Tarkpor. Pemain asing ini pernah membela Persitara. Dengan begitu, kisi-kisi calon lawan sudah dikantongi oleh tuan rumah.
"Tarkpor tahu Persitara lebih dekat. Kami akan mengandalkan dia karena memang dia sudah tahu," kata Mahrus lagi.
Menghadapi Persitara, Persebaya melakukan persiapan lebih. Sebab di pertandingan terakhir, tim besutan Danurwindo itu ditekuk PSPS 1-4.
"Kami tahu Persitara juga terluka karena menderita kekalahan. Tapi kami akan membenahi lini belakang karena kebobolan banyak gol di pertandingan terakhir," kata asisten Pelatih Persebaya, Mahrus Afief.