VIVAnews - Indonesia dikalahkan Singapura 0-1 di laga perdana penyisihan Grup F Pra Piala Asia U-19. Tim Merah Putih sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dibanding Singapura.
Namun, itu tak membuahkan satu gol pun dalam pertandingan itu. Hal ini membuat Pelatih Cesar Payovic Perez menerima kritikan selepas laga.
Dalam jumpa pers, Perez tak bisa berkata banyak soal kekalahan itu. Pelatih asal Uruguay itu menyalahkan beberapa faktor. Seperti usia pemainnya yang lebih muda, serta pelanggaran yang diterima Tim Garuda Muda.
"Saya tak tahu bagaimana pertanggungjawaban yang Anda minta. Secara personal saya sudah bertanggung jawab atas hal ini," kata Perez kepada wartawan.
"Tapi Anda melihat berapa peluang yang kami dapat hari ini? Empat sampai lima! Dan berapa peluang yang dihasilkan Singapura? Hanya satu!" tambahnya dengan nada emosi.
Indonesia dikalahkan Singapura melalui satu-satunya gol yang diciptakan Madhu M Mohana di menit 70. Padahal benar seperti kata Perez, dalam laga itu Indonesia memang lebih banyak menciptkan peluang. Namun, ketidaktenangan membuat semua itu gagal berbuah gol.
Kekalahan ini membuat langkah Tim Merah Putih di pertandingan berikutnya makin berat. Sebab, Syamsir Alam dan kawan-kawan harus menang melawan lawan lainnya: Jepang, Australia, Taiwan dan Hongkong.
Sedangkan bagi kubu Singapura, ini jadi modal penting di partai berikutnya. Meski Pelatih Salim bin Moin sempat diusir wasit, ini tak menyurutkan semangat pasukan Singa.
Namun soal kartu merah yang diraih pemain cadangannnya, Muhammad Khairul Nizam bin Mohammad, kubu Singapura mengaku bingung. "Saya masih tidak tahu apa yang terjadi. Mungkin nanti saya tanyakan kepada Komisi Pertandingan," ujar salah satu staf Singapura saat jumpa pers.