VIVAnews - Penggemar Chelsea geram dengan penjualan nama Stadion Stamford Bridge oleh Chief Executive Chelsea yang baru, Ron Gourlay. Hal ini dinilai hanya demi mendapat keuntungan finansial semata.
Padahal, ada yang lebih penting dibanding uang, yaitu nilai sejarah The Blues. Dalam forum situs jejaring sosial Facebook, berjejer kecaman atas keputusan Gourlay itu.
Di antaranya menuliskan, "Menjual sejarah demi uang adalah hal hebat," dengan nada sinis.
Posting lain menulis,"Gourlay sumpah demi Tuhan, silahkan bawa keluar ide itu (penjualan nama stadion) keluar dari kepalamu."
Kecaman ini dirangkum oleh Bridge Views. Situs bagi para pecinta Chelsea ini jadi tempat menuangkan pendapat soal penjualan nama tersebut.
Untuk menggambarkan betapa buruknya ide itu, seorang fan menyamakannya seperti Chelsea menjual John Terry. Di mana
semua pihak pasti setuju kalau itu adalah tidak mungkin. JT adalah ikon di Stamford Bridge.
Namun tak dipungkiri, nama penjualan stadion ini merupakan salah satu cara The Blues mendapatkan dana segar. Dan itu adalah tugas utama Gourlay sebagai Kepala Eksekutif Korporat yang baru.
Bagi pihak yang ingin menggunakan nama stadion diharuskan membayar 150 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,3 triliun.
Penjualan ini pernah dilakukan oleh Newcastle United. Dan kini St James Park disebut the sports-direct@St James' Park. Gourlay sendiri sadar kalau penjualan ini akan mengundang kontroversi. Namun, ia yakin bisa menjalin kerjasama yang tetap menghargai nama Stamford Bridge.