VIVAnews - Ketatnya jadwal pertandingan antara negara dan klub membuat Seydou Keita harus memilih. Kali ini, gelandang Mali dan Barcelona itu mengorbankan salah satu dari kewajibannya.
Dan pilihan korban Keita adalah negaranya, Mali. Keita rela datang terlambat ke pusat latihan Mali untuk Piala Afrika yang akan dimulai pada 10 Januari 2010 di Angola. Itu semua demi bisa bermain melawan Villarreal pada lanjutan La Liga, 3 Januari 2010 mendatang.
"Kalau Guardiola (pelatih Barca) menghendaki, saya akan minta izin tim nasional untuk bermain melawan Villarreal. Barcelona dan Mali sangat penting, dan saya ingin mereka berdua bahagia dengan pilihan saya," ujar Keita kepada Sport, Senin 2 November 2009.
Keita memang tengah tampil bagus-bagusnya bermain bersama Barca. Saat meladeni Real Zaragoza dalam lanjutan La Liga, 25 Oktober lalu, gelandang 29 tahun ini mencetak hattrick. Kemudian saat melawan Osasuna akhir pekan lalu, Keita kembali menyumbang satu gol.
Namun ketika kembali membahas masalah tim nasional, Keita merasa lelah dengan peraturan FIFA. Sebab, waktu yang terlalu mepet antara kompetisi liga dan timnas membuat pemain dalam situasi dilematis.
Contohnya pada Kualifikasi Piala Dunia 2010. Waktu itu harusnya bisa digunakan pemain untuk berlibur.
"Meski hanya memainkan dua partai di timnas, saya tidak bisa menikmati liburan musim panas selama tiga pekan," kata Keita lagi.
Kompetisi lain yang membuat klub-klub Eropa meradang adalah Piala Afrika 2010. Waktu penyelenggaraannya berada di tengah kompetisi yang masih berjalan. Membuat tim-tim besar seperti Mali, Nigeria, Pantai Gading dan Kamerun, harus berebut pemain dengan para klubnya.