VIVAnews - Status Hanafing yang menggantung sebagai pelatih PSM Makassar selama empat bulan akhirnya terjawab. Kamis, 29 Oktober 2009, Hanafing resmi menyandang sebagai pelatih PSM Makassar, setelah menandatangani kontrak dengan managemen Juku Eja, julukan PSM.
Manager PSM Makassar, Kadir Halid mengatakan, Hanafing menandatangani kontrak di gedung DPRD Sulsel, tepatnya di ruang 705, yang menjadi ruang kerja anggota DPRD Sulsel itu. ”Kita sepakat dan menandatangani kontrak di atas kertas materai Kamis siang. Hanafing dikontrak selama satu tahun,” kata Kadir kepada VIVAnews, sore tadi.
Adik kandung Ketua Umum PSSI itu menambahkan, PSM sudah punya kekuatan untuk mengontrak Hanafing. Terutama setelah PT Liga Indonesia sudah mengesahkan status Hanafing berhak melatih kesebelasan yang bermain di Super Liga Indonesia (SLI).
”Ini adalah kelanjutan dari pemberitahuan AFC, yang menyatakan Hanafing telah lulus pelatih dan mengantongi lisensi A AFC. Jadi kita tidak punya alasan untuk tidak segera melakukan penandatanganan kontrak” ungkap.
Lebih jauh Kadir mengatakan, status Hanafing menangani PSM Makassar akan dievaluasi pada putaran pertama ini. Jika kinerja Hanafing cukup memuaskan, maka kontrak akan berlanjut. Namun jika ternyata tidak mencapai target yang dibebankan, bukan tidak mungkin manajemen akan memutus kontrak Hanafing di tengah jalan.
”Dalam klausul kontrak sangat jelas, mantan pelatih Niac Mitra Surabaya itu harus bisa mengangkat prestasi PSM hingga tembus empat besar,” terang Kadir lagi.
Ketika didesak soal besaran kontrak terhadap Hanafing, Kadir enggan menyebutkan. Ketika VIVAnews, menyebut nilai kontrak sekitar Rp 400 juta selama satu tahun, Kadir berusaha menghindari pertanyaan itu.
Tutup mulut soal nilai kontrak juga diperlihatkan Hanafing saat ditanya soal itu. Secara singkat ia mengaku bersyukur dengan kontrak tersebut. Menurutnya, tanda tangan kontrak tersebut mengakhiri spekulasi tentang dirinya.
”Tentu saja ini kabar baik bagi saya, dan mudah-mudahan juga menjadi kabar baik bagi PSM dan masyarakat Sulawesi Selatan. Sebab kepastian ini membuat saya bisa lebih fokus pada tim,” ujarnya datar.
Ia juga berjanji akan berkerja maksimal untuk mewujudkan target yang dibebankan manajemen untuk membawa PSM Makassar pada posisi Big Four di SLI 2009/2010. Ia mengaku, pekerjaan tersebut tentu saja sulit, namun perjalanan kompetisi masih panjang.
”Sejak awal, saya sudah berkomitmen untuk membawa PSM Makassar, menjadi lebih baik daripada kompetisi lalu,” pungkasnya.
Kendati demikian, tugasnya di PSM Makassar bukan perkara gampang. Ia mengaku, PSM Makassar saat ini didominasi oleh pemain-pemain muda produk lokal. Sehingga ia harus bisa memadukan dengan pemain yang berkelas seperti Syamsul Haeruddin, Handi Hamzah dan Syamsidar. Tiga nama ini adalah pilar senior di tubuh PSM Makassar.
”Selebihnya adalah pemain-pemain yang diambil dari PSM U-21. Jadi rata-rata usia mereka 19 sampai 23 tahun,” terang mantan asisten pelatih Raja Isa ini.
Namun ia meyakini, bisa memadukan antara pemain-pemain muda yang miskin pengalaman dengan sistem program kepelatihan yang bagus. Bahkan ia berani menjamin, pemain-pemain muda tersebut akan jadi dalam jangka tiga tahun mendatang.
Laporan| Rahmat Zeena/Makassar